Mahasiswa KKN-T 114 Unhas Sosialisasikan Literasi Keuangan Digital melalui Pemanfaatan QRIS di Desa Bulo Wattang

15 Agustus 2025
Administrator
Dibaca 71 Kali
Mahasiswa KKN-T 114 Unhas Sosialisasikan Literasi Keuangan Digital melalui Pemanfaatan QRIS di Desa Bulo Wattang

Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) Gelombang 114 Universitas Hasanuddin melaksanakan kegiatan sosialisasi dan edukasi langsung bertajuk “Satu QR untuk Semua: Literasi Keuangan Digital melalui Pemanfaatan QRIS” di Desa Bulo Wattang , selama lima hari berturut-turut sejak Senin hingga Jumat (14-18 Juli 2025). 

Kegiatan ini difokuskan pada peningkatan pemahaman dan keterampilan masyarakat desa dalam menggunakan QRIS (Quick Response Code Indonesian Standard) sebagai sarana transaksi digital yang cepat, aman, dan praktis.

Dipimpin oleh penanggung jawab program, Putri Samara, kegiatan ini menyasar pelaku UMKM, pedagang warung, dan masyarakat umum yang selama ini masih mengandalkan transaksi tunai dalam kehidupan sehari-hari.

Selama lima hari pelaksanaan, mahasiswa melakukan pendekatan edukatif langsung kepada warga melalui sosialisasi dan edukasi langsung, mengenai praktik penggunaan dan pembuatan aplikasi dompet digital yang terintegrasi dengan QRIS. 
Edukasi ini tidak hanya menjelaskan manfaat dan cara kerja QRIS, tetapi juga membantu masyarakat mendaftar dan mengaktifkan akun QRIS secara langsung.

“Masih banyak pelaku usaha di desa yang belum mengenal QRIS, bahkan sebagian besar belum pernah melakukan transaksi digital sama sekali. Melalui pendekatan langsung dan praktis, kami ingin menunjukkan bahwa teknologi keuangan itu mudah digunakan oleh siapa saja,” ujar Putri Samara di sela kegiatan.

Ia menambahkan bahwa program ini bertujuan untuk meningkatkan literasi keuangan digital masyarakat desa, sekaligus mendorong mereka agar lebih adaptif terhadap perkembangan sistem ekonomi modern.

Salah satu pelaku UMKM yakni Ibu Ani, mengaku sangat terbantu dengan kegiatan ini. “Saya pikir pakai Qris itu ribet. Ternyata setelah diajari, malah lebih gampang dari hitung uang kembalian. Sekarang saya bisa terima pembayaran pakai Qris langsung,” katanya dengan antusias.

Kegiatan ini menjadi bagian dari kontribusi mahasiswa KKN-T Unhas dalam mendorong transformasi digital berbasis inklusi keuangan, khususnya di wilayah pedesaan yang belum sepenuhnya tersentuh oleh layanan perbankan digital.

Melalui pendekatan partisipatif selama lima hari, warga desa tidak hanya mendapatkan pemahaman baru, tetapi juga langsung merasakan manfaat dari teknologi QRIS dalam kegiatan ekonomi mereka.

Edukasi ini diharapkan menjadi langkah awal bagi masyarakat Desa Bulo Wattang untuk memanfaatkan teknologi digital secara lebih luas, tidak hanya dalam bertransaksi tetapi juga dalam memperkuat keberlanjutan usaha kecil di tengah tantangan ekonomi yang terus berubah.

Mahasiswa KKN-T 114 Unhas Sosialisasikan Literasi Keuangan Digital melalui Pemanfaatan QRIS di Desa Bulo Wattang 

Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) Gelombang 114 Universitas Hasanuddin melaksanakan kegiatan sosialisasi dan edukasi langsung bertajuk “Satu QR untuk Semua: Literasi Keuangan Digital melalui Pemanfaatan QRIS” di Desa Bulo Wattang , selama lima hari berturut-turut sejak Senin hingga Jumat (14-18 Juli 2025). 

Kegiatan ini difokuskan pada peningkatan pemahaman dan keterampilan masyarakat desa dalam menggunakan QRIS (Quick Response Code Indonesian Standard) sebagai sarana transaksi digital yang cepat, aman, dan praktis.

Dipimpin oleh penanggung jawab program, Putri Samara, kegiatan ini menyasar pelaku UMKM, pedagang warung, dan masyarakat umum yang selama ini masih mengandalkan transaksi tunai dalam kehidupan sehari-hari.

Selama lima hari pelaksanaan, mahasiswa melakukan pendekatan edukatif langsung kepada warga melalui sosialisasi dan edukasi langsung, mengenai praktik penggunaan dan pembuatan aplikasi dompet digital yang terintegrasi dengan QRIS. 
Edukasi ini tidak hanya menjelaskan manfaat dan cara kerja QRIS, tetapi juga membantu masyarakat mendaftar dan mengaktifkan akun QRIS secara langsung.

“Masih banyak pelaku usaha di desa yang belum mengenal QRIS, bahkan sebagian besar belum pernah melakukan transaksi digital sama sekali. Melalui pendekatan langsung dan praktis, kami ingin menunjukkan bahwa teknologi keuangan itu mudah digunakan oleh siapa saja,” ujar Putri Samara di sela kegiatan.

Ia menambahkan bahwa program ini bertujuan untuk meningkatkan literasi keuangan digital masyarakat desa, sekaligus mendorong mereka agar lebih adaptif terhadap perkembangan sistem ekonomi modern.

Salah satu pelaku UMKM yakni Ibu Ani, mengaku sangat terbantu dengan kegiatan ini. “Saya pikir pakai Qris itu ribet. Ternyata setelah diajari, malah lebih gampang dari hitung uang kembalian. Sekarang saya bisa terima pembayaran pakai Qris langsung,” katanya dengan antusias.

Kegiatan ini menjadi bagian dari kontribusi mahasiswa KKN-T Unhas dalam mendorong transformasi digital berbasis inklusi keuangan, khususnya di wilayah pedesaan yang belum sepenuhnya tersentuh oleh layanan perbankan digital.

Melalui pendekatan partisipatif selama lima hari, warga desa tidak hanya mendapatkan pemahaman baru, tetapi juga langsung merasakan manfaat dari teknologi QRIS dalam kegiatan ekonomi mereka.

Edukasi ini diharapkan menjadi langkah awal bagi masyarakat Desa Bulo Wattang untuk memanfaatkan teknologi digital secara lebih luas, tidak hanya dalam bertransaksi tetapi juga dalam memperkuat keberlanjutan usaha kecil di tengah tantangan ekonomi yang terus berubah.