Anggaran Terbatas Bukan Penghalang, Musrembang Desa Bulo Wattang Tetapkan Prioritaskan Pembangunan Desa

19 Januari 2026
adminDua
Dibaca 33 Kali
Anggaran Terbatas Bukan Penghalang, Musrembang Desa Bulo Wattang Tetapkan Prioritaskan Pembangunan Desa

Pemerintah Desa Bulo Wattang menggelar Musyawarah Perencanaan Pembangunan Desa (Musrenbang Desa) guna menyusun usulan program pembangunan yang akan disampaikan ke tingkat kabupaten. Musrenbang kali ini difokuskan pada penentuan skala prioritas pembangunan di tengah keterbatasan anggaran dari pusat. Musrembang kali ini dihadiri dari beberapa kelompok tani dan perwakilan masyarakat yang menjadikan musrembang kali ini menunjukkan partisipasi yang tinggi.

Pada kegiatan musrembang kali ini, Penanggung jawab sementara Kecamatan Panca Rijang menegaskan bahwa hasil Musrenbang Desa masih bersifat usulan dan belum bersifat final karena menunggu penetapan dari pemerintah kabupaten. Desa diminta untuk menyusun program berdasarkan lima skala prioritas utama serta tetap memperhatikan efisiensi anggaran. ”Karena kali ini terjadi efesiensi anggaran dari pusat jadi kalau bisa kita fokuskan pada 14 program unggulan Bapak Bupati saja yang salah satunya mungkin bisa kita fokuskan yaitu terkait program ketahanan pangan” ujarnya.

Pada pernyataan Andi Wawan juga menegaskan, selain sektor pangan sektor infrastruktur menjadi salah satu fokus pembahasan, khususnya terkait pembangunan dan pemeliharaan jalan desa. Mulai dari bulan tiga nanti jalanan di desa Bulo Wattang akan mulai dilakukan perbaikan dan terdapat beberapa pengaturan terkait lalu lintas nantinya. Mobil truk yang beroda 10 hanya diperbolehkan melintasi pada waktu dan kondisi tertentu dan jumlah muatan barang yang dibawa hanya maksimal 10 ton. Hal tersebut dilakukan agar jalan tersebut tidak mudah mengalami kerusakan.

Keluhan warga lainnya juga disampaikan dalam Musrenbang, di antaranya perbaikan tempat pembenihan, perbaikan jalan tani di Dusun 2, permasalahan gorong-gorong serta pemasalahan irigasi yang perlu segera ditindaklanjuti. Terkait pelayanan kesehatan, dibahas juga kondisi bangunan Puskesdes yang berada di pinggir lapangan, yang dinilai kurang layak oleh Dinas Kesehatan dan diusulkan untuk diserahkan kepada pemerintah desa.