Pemerintah Desa Gelar Tudang Sipulung Terkait Pemetaan dan Optimalisasi Lahan Pertanian

12 Januari 2026
adminDua
Dibaca 25 Kali
Pemerintah Desa Gelar Tudang Sipulung Terkait Pemetaan dan Optimalisasi Lahan Pertanian

Upaya peningkatan sektor pertanian terus dilakukan sebagai bagian dari komitmen pemerintah dalam menjaga ketahanan pangan serta meningkatkan kesejahteraan petani. Salah satu langkah strategis yang saat ini menjadi perhatian adalah pemetaan lahan pertanian yang akurat dan berbasis data. Melalui peta tersebut, potensi lahan pertanian diharapkan dapat dikelola secara optimal, terarah, dan berkelanjutan sesuai dengan kondisi geografis dan kebutuhan wilayah.

Untuk mewujudkan keseriusan dalam mendukung hal tersebut, Pemerintah Desa mengadakan kegiatan Tudang Sipulung yang membahas berbagai persoalan terkait pembukaan dan pengelolaan lahan pertanian. Kegiatan yang dilaksanakan pada 12 Januari 2026 ini melibatkan kelompok tani sebagai sasaran utama dan dilaksanakan dalam bentuk musyawarah bersama. Tudang sipulung ini menjadi ruang dialog dan pertukaran gagasan antara pemerintah desa dan petani terkait pemetaan lahan pertanian, percetakan sawah, serta upaya optimalisasi pemanfaatan lahan.

Dalam forum tersebut, kelompok tani diberikan kesempatan untuk menyampaikan pandangan, pertanyaan, maupun kendala yang dihadapi di lapangan. Salah satu permasalahan yang mengemuka adalah masih minimnya pemahaman petani terkait proses pembukaan lahan dan percetakan sawah. Menanganggapi hal tersebut, Kepala Desa Bulo Wattang menjelaskan bahwa ke depan kelompok tani akan dibagi ke dalam beberapa tim, di mana setiap tim akan didampingi oleh pihak yang lebih berpengalaman dan memahami kondisi geografis wilayah percetakan sawah.

Selain itu, pembahasan juga menyoroti persoalan oplah (optimalisasi lahan) yang hingga kini belum berjalan maksimal. Kepala Desa Bulo Wattang, Wawan, menegaskan bahwa meskipun telah terjadi perjanjian mengenai percetakan sawah, masih banyak lahan yang belum didaftarkan oleh kelompok petani untuk dioptimalkan. “Dari sekitar 40 hektare lahan yang berpotensi, baru sekitar 12 hektare yang siap dijadikan lahan percetakan sawah,” ujarnya.

Melalui tudang sipulung ini, diharapkan terbangun kesepahaman bersama antara pemerintah desa dan kelompok tani mengenai pentingnya pemetaan dan optimalisasi lahan pertanian sebagai dasar perencanaan pertanian yang produktif dan berkelanjutan.