Mahasiswa KKN-T 115 Unhas Inovasikan Program Upcycle Botol Plastik dengan Metode Hugelkultur untuk Pertanian Ramah Lingkungan di Desa Bulo Wattang

03 Februari 2026
adminDua
Dibaca 40 Kali
Mahasiswa KKN-T 115 Unhas Inovasikan Program Upcycle Botol Plastik dengan Metode Hugelkultur untuk Pertanian Ramah Lingkungan di Desa Bulo Wattang

Permasalahan sampah plastik dan limbah organik hingga kini masih menjadi perhatian di berbagai wilayah, termasuk di Desa Bulo Wattang, Kecamatan Panca Rijang, Kabupaten Sidenreng Rappang. Botol plastik bekas yang tidak dikelola dengan baik serta limbah organik rumah tangga seperti batang pisang, kayu kecil, dan daun kering sering kali hanya dibuang dan menumpuk di sekitar lingkungan. Kondisi ini tidak hanya berdampak pada kebersihan lingkungan, tetapi juga berpotensi mengganggu kesehatan serta mengurangi keindahan desa. Oleh karena itu, diperlukan upaya pengelolaan limbah yang sederhana, ramah lingkungan, dan mudah diterapkan oleh masyarakat.

Sebagai bentuk kepedulian terhadap permasalahan tersebut, telah dilaksanakan kegiatan Upcycle Botol Plastik Bekas sebagai Raised Bed dengan Metode Hugelkultur untuk Pertanian Ramah Lingkungan. Kegiatan ini merupakan salah satu program kerja Mahasiswa KKN-T Universitas Hasanuddin Gelombang 115, yang dilaksanakan oleh Nur Nia Ramadhani Azis, mahasiswa Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian, Universitas Hasanuddin, dan bertempat di Desa Bulo Wattang, Kecamatan Panca Rijang, Kabupaten Sidenreng Rappang. Program ini dirancang sebagai langkah inovatif untuk memanfaatkan limbah plastik dan limbah organik menjadi media tanam yang bernilai guna.

Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pentingnya pengelolaan sampah plastik dan limbah organik secara bijak, sekaligus mendorong pemanfaatan pekarangan rumah sebagai lahan tanam produktif. Selain itu, masyarakat juga diperkenalkan dengan metode hugelkultur, yaitu teknik penanaman yang memanfaatkan bahan organik seperti kayu lapuk, batang pisang, dan daun kering sebagai lapisan media tanam. Metode ini berfungsi untuk menjaga kelembapan tanah, meningkatkan kesuburan media tanam, serta mendukung pertumbuhan tanaman secara alami dan berkelanjutan.

Dalam pelaksanaannya, mahasiswa KKN bersama masyarakat melakukan praktik langsung pembuatan raised bed dari botol plastik bekas. Limbah organik disusun berlapis sebagai media tanam sesuai prinsip hugelkultur, kemudian ditutup dengan tanah dan dilanjutkan dengan proses penanaman. Penyampaian kegiatan dilakukan secara sederhana dan partisipatif agar mudah dipahami dan dapat diterapkan secara mandiri oleh masyarakat. Selama kegiatan berlangsung, masyarakat terlihat antusias mengikuti setiap tahapan kegiatan, mulai dari pengumpulan botol plastik bekas, penyusunan media tanam hugelkultur, hingga proses penanaman. Diskusi dan tanya jawab juga dilakukan untuk memberikan pemahaman mengenai perawatan tanaman serta manfaat metode hugelkultur dalam pertanian skala rumah tangga.

Melalui kegiatan ini, diharapkan masyarakat Desa Bulo Wattang dapat lebih peduli terhadap pengelolaan limbah, mengurangi jumlah sampah plastik, serta memanfaatkan pekarangan rumah secara optimal. Program ini juga diharapkan menjadi langkah awal dalam mendukung penerapan pertanian ramah lingkungan dan pembangunan desa yang berkelanjutan sebagai wujud nyata pengabdian mahasiswa kepada masyarakat.

*KKN-T 115 UNHAS*